Gersangnya air mata
Terkikis habis oleh rasa perih
Terinjak oleh kesenderian dan kekosongan
Mendera selalu saat bulan bersinar terang
Sesal,perasaan tiada arti slalu terbayang
Menggenggam suatu penantian untukmu
Kukepal dalam ruang redup tak bersinar
Terbalut angan tiada akhir
Kenyataan mengunci erat smuanya
Aku memang tak pantas menunggumu
Dengan sekecil apapun rasa rindu
Dan terlalu sakit tuk menyadarinya
Namun aku tlah buta
Seakan tak tau dan tak ingat
Selirik sinar seakan suatu rentangan tangan
Terlalu memfatamorganakan suatu perasaan
Menjadi liar dan slalu mengejar ngejar
Hanya itu, itu, itu, dan itu
Tak ingin berbeda
Tak ingin tak sama
Aku tenggelam dan slalu terbenam
Antara ujung bibir yang melengkung ke bawah
Mengertilah
Bacalah hatiku
Dan jadilah milikku