Kamis, 07 April 2011

Terubahnya Cinta Itu

Terlalunya hari dengan senyum palsu
Hanya sesekali terendam di balik balutan air mata
Dikarenakan acap kali ku memikirkanmu tiada henti
Ingin ku tumpahkan air mata di depanmu saat itu juga
Dfan membuat hatimu luluh
Dan tak tega meninggalkanku

Tapi itu hanya sebuah bentuk harapan
Yang mungkin terjadi ataupun tidak
Tergantung takdir bagaimana yang terhembus untukku
Sesekali aku berpikir ulang inginku itu
Bagaimana bisa ia sampai begitu
Bukankah aku bukan lagi menjadi “orang yang terkasih”?
Untuk apa dia peduli bentuk hati ini sekarang atau di masa depan?
Bukankah sudah jelas rasa cintanya untukku sudah terbuang?

Perubahan ini terasa terlalu signifikan untukku
Bahkan aku masihlah terbirit birit mengejar kenyataan
Bagaimana bila nanti aku terhempas ke tanah?
Bagaimana bila jalanku terhuyung huyung?
Atau bagaimana bila aku putus harapan?

Entahlah
Mungkin keinginan itu terlalu berat tuk kutakhlukkan
Atau mungkin
Itu memang bukanlah bagian dari kenyataan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar